BYBA
Thursday, November 8, 2018
Monday, June 25, 2018
Survival Tips
JUGGLE SURVIVAL
Kegiatan di alam bebas adalah kegiatan yang bersifat menyenangkan, karena kita bisa melihat, menikmati, mengagumi dan belajar mengenai alam ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Alasan melakukan kegiatan di alam bebas antara lain sebagai sarana olahraga (sport) , kegemaran (hobby), pendidikan (education), penelitian (research), pelatihan (training) atau sekedar bersantai (refreshing) menikmati keindahan alam. Kegiatan ini sangat beragam tergantung tujuannya, antara lain mendaki gunung (hiking), panjat tebing (rock climbing), penelusuran gua (caving), arung jeram (rafting), menyelam (diving), selancar (surfing) atau praktek/praktikum lapangan di alam bebas. Hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan kegiatan di alam bebas adalah persiapan dan perencanaan kegiatan yang matang, meliputi persiapan alat/perlengkapan, kesehatan dan kondisi fisik, biaya selama kegiatan dan data informasi mengenai lokasi, jalur, medan serta cuaca. Kemanapun lokasi yang kita tuju, apapun jenis medan yang dilalui, seberapa buruknya cuaca yang dihadapi atau seberapa besar hambatan yang datang, bukanlah suatu masalah yang berarti jika dibekali dengan persiapan dan perencanaan yang matang. Sebaliknya bila tidak dipersiapkan dan direncanakan secara matang, maka akan menyebabkan kondisi darurat, sehingga memaksa kita harus bertahan hidup (survival) sebelum mendapatkan pertolongan atau keluar dari situasi dan kondisi yang tidak diharapkan tersebut. Pengetahuan tentang survival sangat diperlukan bagi orang yang biasa beraktivitas di alam bebas sebagai “senjata” yang bisa digunakan pada saat terdesak menghadapi kondisi darurat.
PERSIAPAN DAN PERENCANAAN KEGIATAN
Persiapan dan perencanaan kegiatan di alam bebas harus disesuaikan dengan jenis dan tujuan kegiatan yang akan dilakukan. Dengan persiapan dan perencanaan yang matang akan mengurangi resiko buruk yang mungkin timbul selama kegiatan, antara lain iklim/cuaca yang ekstrim, medan yang sulit dilewati atau sumber air yang kurang. Kondisi-kondisi tersebut harus diantisipasi sedini mungkin dengan persiapan fisik, mental, keterampilan (skill) dan data informasi. Sebelum melakukan kegiatan di alam bebas harus mempersiapkan dan merencanakan kegiatan dengan baik terutama informasi jalur, medan dan cuaca, kesehatan dan kondisi fisik, biaya perjalanan, kelengkapan identitas diri serta perlengkapan pakaian dan logistik. Perencanaan kegiatan akan mempermudah mengorganisir kegiatan yang akan dilakukan, dengan mengeliminasi kemungkinan resiko buruk yang mungkin terjadi. Perencanaan tersebut harus berdasar kepada “Pedoman 5 W + 1 H” yaitu : Who, What, Why, When, Where dan How.
- Who, siapa yang mengadakan kegiatan, dengan siapa kita pergi, siapa yang jadi pemimpin (leader) dan siapa yang paling berpengalaman di lapangan.
- What, apa jenis kegiatannya, apa tujuannya, apa hambatannya, apa yang akan dilakukan dan perlengkapan apa yang harus dibawa.
- Why, mengapa kita harus ikut dan mengapa memilih kegiatan tersebut.
- When, kapan kegiatannya, berapa lama waktunya, siang atau malam dan pada musim apa kegiatan tersebut dilakukan.
- Where, dimana tempat kegiatannya, dimana tempat mencari bantuan terdekat.
- How, bagaimana mencapai lokasi kegiatan dan bagaimana menghadapi resiko buruk yang mungkin terjadi.
MENENTUKAN ARAH TANPA ALAT NAVIGASI
selain menggunakan alat-alat navigasi, kita juga dapat menentukan arah mata angin dengan tanda-tanda alam dan buatan, yaitu:- Tanda-tanda alam yaitu matahari, bulan dan rasi bintang
- Tanda-tanda buatan yaitu masjid, kuburan dan membuat kompas sendiri dari jarum/silet yang bermagnet dan diletakkan di atas permukaan air
- Flora dan fauna: , Tajuk pohon yang lebih lebat biasanya berada di sebelah barat , Lumut-lumutan Parmelia sp. dan Politrichum sp. biasanya hidup lebih baik (lebat) pada bagian barat pohon , Tumbuhan pandan hutan biasanya cenderung condong ke arah timur , Sarang semut/serangga biasanya terletak di sebelah barat pepohonan
MENCEGAH DAN MENANGGULANGI KEADAAN TERSESAT
Tersesat adalah hilangnya orientasi, tidak mengetahui posisi yang sebenarnya dan arah yang akan dituju. Hal tersebut biasanya disebabkan karena berjalan pada malam hari, tidak cukup sering menggunakan peta dan kompas dalam perjalanannya, tidak tahu titik awal pemberangkatan di peta dan melakukan potong kompas. hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah tersesat antara lain:
- Selalu melapor kepada petugas terkait atau orang yang dipercaya mengenai tujuan perjalanan, lamanya dan jumlah anggota yang ikut
- Selalu mengingat keadaan sekitar perjalanan berdasarkan kelima indera yang dimiliki
- Tetaplah berada pada jalur yang telah ada dengan memberi petunjuk pada tiap persimpangan
- Perhatikan objek yang mencolok seperti mata air, bukit, sungai atau gunung
- Pada saat berjalan sekali-kali tengoklah ke arah belakang, ingatlah jalur tersebut jika dilihat dari arah berlawanan
- Pelajari dengan benar alat-alat navigasi yang dibawa
- Gunakanlah kompas sebelum tersesat
- Belajar membaca tanda-tanda alam untuk menentukan arah mata angin
- Jangan pernah percaya secara penuh kepada orang lain termasuk kepada pemimpin.
Survival berasal dari kata survive yang berarti bertahan hidup. Survival adalah berusaha mempertahankan hidup di alam bebas dari hambatan alam sebelum mendapatkan pertolongan. survival adalah suatu kondisi dimana seseorang/kelompok orang dari suatu kehidupan normal (masih sebagaimana direncanakan) baik tiba-tiba atau tanpa disadari masuk ke dalam situasi tidak normal (di luar garis rencananya). Orang yang melakukan survival disebut survivor. Survival yang biasa dilakukan yaitu di hutan/alam bebas sehingga disebut juga jungle survival. Survival terjadi karena adanya kondisi darurat yang disebabkan alam, kecelakaan, gangguan satwa atau kondisi lainnya. Setiap huruf dari kata survival merupakan singkatan dari langkahlangkah yang ahrus kita ingat dan lakukan yaitu:
S : Size up the situation
U : Undue haste makes waste
R : Remember where you are
V : Vanguish fear and panic
I : Improve
V : Value living
A : Act like the native
L : Learn basic skill
Secara umum aspek-aspek dalam kondisi survival dibagi tiga yang saling mempengaruhi dan berkaitan yaitu aspek psikologis (panik, takut, cemas, sepi, bingung, tertekan, bosan), aspek fisiologis (sakit, lapar, haus, luka, lelah) dan aspek lingkungan (panas, dingin, kering, hujan).
1. Komponen pokok survival terdiri atas:- Sikap mental berupa hati yang kuat untuk bertahan hidup, mengutamakan akal sehat, berpikir jernih dan optimis
- Kondisi fisik yang fit dan kuat
- Tingkat pengetahuan dan keterampilan
- Pengalaman dan latihan
- Perlengkapan berupa survival kit
Jika tersesat lakukan tindakan pedoman STOP
- S = Seating, berhenti dan peristirahat dengan santai, hilangkan kepanikan
- T = Thinking, berpikir secara jernih (logis) dalam situasi yang sedang dihadapi
- O = Observation, melakukan pengamatan/observasi medan di lokasi sekitar, kemudian tentukan arah dan tanda-tanda alam yang dapat dimanfaatkan atau yang harus dihindari
- P = Planning, buat rencana dan pikirkan konsekuensinya bila anda sudah memutuskan sesuatu yang akan anda lakukan
Tetap berusaha mencari pertolongan Hemat terhadap penggunaan makanan, minuman dan tenaga
Hindari dan jauhi masalahmasalah yang mungkin timbul yaitu dari diri sendiri, orang lain dan alam.
PERLENGKAPAN SURVIVAL
Perlengkapan pribadi adalah barang-barang perlengkapan untuk memenuhi semua kebutuhan pribadi tanpa mengandalkan orang lain, yaitu:
- Sepatu (harus kuat, lentur, aman/safety , nyaman, anti selip) dan kaos kaki (cukup tebal, kuat, nyaman dan terbuat dari wol atau sintetis)
- Pakaian lapangan (nyaman, tahan lama, cepat kering, melindungi tubuh dari berbagai kondisi lingkungan dan terbuat dari polyester atau polypropilena atau memenuhi 3 W yaitu wicking, warmth, water/wind proofing)
- Tas/ransel (kokoh, bahannya kuat, tahan air dan mempunyai sabuk pinggang untuk mengurangi goyangan ransel)
- Ponco/rain coat
- Perlengkapan tidur (bersih, kering, hangat dan nyaman terdiri dari pakaian tidur, matras, kantong tidur/sleeping bag dan jaket/sweater)
- Perlengkapan mandi (handuk, sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi dan shampo)
- Air minum dan makanan (harus cukup kualitas dan kuantitasnya)
- Alat navigasi (kompas, peta, altimeter dan GPS=Global Positioning System)
- Alat tulis (ballpoint, buku dan pensil)
- Perlengkapan penunjang
- Survival kit
Survival kit adalah perlengkapan yang harus dipersiapkan tergantung kepada kebutuhan, tujuan, jenis dan lamanya kegiatan. Perlengkapan yang terlalu banyak akan membuat tidak efektif dan efisien, sedangkan perlengkapan yang terlalu sedikit tidak bisa memenuhi kebutuhan selama kegiatan. perlengkapan yang diperlukan dalam kegiatan di alam bebas terdiri dari perlengkapan pribadi, perlengkapan kelompok dan perlengkapan teknis. Ialah perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam perjalanan , contohnya:
- Perlengkapan memancing
- Pisau
- Tali kecil
- Senter
- Cermin suryakanta, cermin kecil
- Peluit
- Korek api yang disimpan dalam tempat kedap air
- Norit, pilkina+obat pribadi
- Obat-obatan pribadi
- Jarum + benang + peniti 11. dll
KEBUTUHAN DALAM SURVIVAL
A. Air
Hutan adalah tempat yang basah, Jika kaki anda basah untuk waktu yang lama, dikhawatirkan dapat mudah terserang infeksi akibat tidak higienisnya air. Usahakan kaki anda tetap kering selama mungkin. Usahakan agar anda memasak air sebelum dikonsumsi. tetapi bila tidak sempat dimasak ada beberapa cara untuk mengkonsumsi air secara aman. Air merupakan prioritas dalam survival. Jika kita kekurangan air dapat mengakibatkan dehidrasi (tubuh kekurangan cairan). Dehidrasi ini terjadi karena adanya proses penguapan dari tubuh, dan dehidrasi yang berlebihan dapat menimbulkan kematian. Dari data statistic diperoleh : bila seseorang tidak mendapatkan air samasekali dalam waktu tiga hari maka dia akan terancam kematian. Cara mengatasi ialah kita harus minum cukup (sekitar 2 liter/hari). Bila kemudian persedian air habis, makakita harus mampu mencarinya. Hal yang perlu diperhatikan adalah jika air menjadi suatu masalah yang kritis jangan memakan sesuatu pun. Sebab air tidak hanya dipakai untuk melancarkan makanan melalui usus, tetapi juga melunakkan dan mancairkan makanan. Proses kimiawi antara makanan dan usus sendiri membutuhkan air. Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 – 30 hari tanpa makan, tapi orang tsb hanya dapat bertahan hidup 3 - 5 hari saja tanpa air.
Cara-cara mendapatkan air, antara lain dengan cara :
- Memeras tumbuhan lumut untuk diambil airnya kemudian disaring
- Mengambil air rembesan dari tebing-tebing
- Memotong batang pohon rotan secara miring kemudian airnya ditadah
- Memeras akar alang-alang rumput gajah/ gelagah
- Mengambil dari beberapa jenis-jenis talas-talasan
- Menadah atau mengumpulkan dari air embun yang menempel pada daun di pagi hari
- Menampung air hujan
- Meminum dari air selokan, sungai kecil pegunungan
- Mengambil air dari dari tumbuhan kantung semar
- Mengambil air dari tebasan pohon pisang
Jangan meminum air yang menggenang dan tidak mengalir dalam waktu yang lama, air belerang bisa diminum tapi cukup sedikit saja air laut tidak bisa diminum sebab akan menimbulkan rasa haus yang lebih, dan jangan meminum air sawah (walaupun kelihatannya jernih) karena biasanya mengandung zat-zat beracun dari beberapa jenis pupuk dan insektisida.
Hewan yang dapat menunjukan adanya air Apabila mengalammi kesusahan dalam menemukan sumber air, jejak binatang yang menyusui dapat menjadi petunjuk dalam memperoleh air. Karna pada pagi dan sore hari binatang jenis ini akan memerlukan air.
- Mamalia Kebanyakan hewan membutuhkan air secara teratur. Hewan memamah biak biasanya tidak dapat hidup jauh dari sumber air, kecuali beberapa carnivore yang mendapatkan cairan dari makananya ( hewan yang dimangsanya)
- Burung Pemakan biji-bijian, seperti gelatik atau merpati juga tidak pernah jauh dari sumber air perhatikan burung-burung tersebut saat sedang rendah ketika mencari air
- Reptil Sukar dijadikan indicator yang baik terhadap tempat air, reptil sering mengumpulkan embun atau mendapatkan air dari hewan yang dimangsanya
- Serangga Merupakan indikator yang baik, khususnya lebah tidak pernah lebih dari radius 6,5 km dari sumber air, serangga lain adalah semut dan lalat (90 meter dari sumber air)
- Jejak manusia biasanya kalau ada jejak kaki manusia maka sudah dekat dengan sumber air.
B. Makanan
Saat sumber makanan yang dibawa semakin berkurang, kita dapat memanfaatkan sumber makanan dari alam berupa flora (tumbuhan) dan fauna(hewan). Bagian tumbuhan yang dapat dimakan adalah buah, batang, daun dan akar (umbi).
Tumbuhan.
Tubuhan-tumbuhan terutama memberikan karbohidrat serta seratnya memperlancar pencernaan . sumber makanan jenis ini dapat di peroleh di tempat sekitar kita mengalami kondisi survival. Hal yang harus diperhatikan dalam mengkonsumsi tumbuhan:
- Hindari tumbuhan berwarna mencolok. Tumbuhan yang memiliki warna mencolok terutama berwarna ungu dikhawatirkan mengandung racun. Kecuali tumbuhan yang memang kita kenal dan bisa dimakan seperti ketela ungu, terong dll.
- Hindari tumbuhan bergetah putih, Hindarilah tumbuhan yang bergetah terlebih lagi apabila getahnya pekat. Tumbuhan ini memiliki fungsi lain, bukan untuk dimakan, kecuali yang sudah dikenal aman dimakan
- Hindarilah tumbuhan yang berbau menyengat, apabila kita menghirup baunya saja kita bisa merasakan pusing atau gangguan pada bagian tubuh kita yang lain terutama yang memiliki bau busuk. Apabila tumbuhan tersebut kita konsumsi dikhawatirkan mengakibatkan gangguan yang lebih parah pada tubuh kita.
- Mencoba mencicipi sedikit atau mengoleskan ke kulit. Biasanya tumbuhan yang berbahaya akan menimbulkan efek gatal, merah dan panas pada tubuh.
- Variasikan makanan yang dimakan untuk menghindari akumulasi zat yang mungkin buruk bagi kesehatan
- Jangan memakan tumbuhan yang meragukan untuk dimakan.
- Hindari tumbuhan dengan buah berwarna putih atau kuning.
- Jangan memakan jamur liar sembarangan. Meskipun ada jamur yang layak dikonsumsi tetapi banyak juga jamur yang beracun, sehingga tidak sepadan resikonya. berikut ciri-ciri jamur yang beracun : Mempunyai warna mencolok, Baunya tidak sedap, Bila dimasukkan ke dalam nasi, nasinya menjadi kuning, Sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masaka, Bila diraba mudah hancur, Punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya, Tumbuh dari kotoran hewan, Mengeluarkan getah putih
Memilih tumbuhan yang dapat kita konsumsi di alam bebas tentunya tidak mudah. Hal ini disebabkan karena tidak semua tumbuhan dapat hidup di segala tempat atau banyak tumbuhan yang tidak kita temui di rumah. Berikut ini adalah beberapa tumbuhan yang dapat kita konsumsi yang bisa kita jumpai di alam bebas.
Hewan
Selain tumbuh-tumbuhan, ada beberapa jenis binatang yang bisa dimakan saat situasi survival yang bisa mencukupi kebutuhan energi untuk tubuh. Dinataranya adalah sebagai berikut:
Di Pegenungan Semua binatang liar atau buas darat sungai dan burung yang ada di pegunungan dapat dimakan. Ada Ayam hutan, burung, jangkrik, serangga, kelelawar, katak, tikus dan cacing merupakan binatang yang bisa Anda buru dan Anda makan dalam situasi survival. Di Rawa Ular, buaya, biawak, burung, kodok hijau, kucing rawa, kepiting, kerang dan tupai rawa merupakan beberapa makanan yang bisa Anda dapatkan di Rawa. Tentunya untuk mendapatkan beberapa binatang ini, Anda harus menguasi teknik berburu dan beberapa alat sebagai pembantu. Di Sungai Tidak jauh berbeda dengan binatang rawa, di sungai Anda bisa mendapatkan biawak, buaya, belibis kodok hitam dan ikan. Semua jenis binatang ini bisa Anda dapatkan tergantung pada kemampuan Anda untuk memburunya. Itulah beberapa jenis binatang yang bisa Anda manfaatkan saat berada di situasi survival. Kondisi terisolir, jauh dari bahan makanan yang memadai akan membawa Anda pada masa sulit kekurangan makanan.
Serangga, merupakan sumber protein yang baik, lebih dari 1.400 jenis serangga dapat dikonsumsi diseluruh dunia. tetapi ada beberpa hal yang perlu diperhatikan untuk memilih serangga untuk dimakan: Jauhi serangga yang berwarnawarni, Hindari serangga yang mempunyai duri tajam, jangan memakan serangga yang berbulu karena dikhawatirkan memiliki bisa, Bila anda cukup kuat selain serangga anda dapat juga memakan cacing, rayap dan ulat untuk bertahan di hutan.
C. Api
Api unggun adalah salah satu hal penting dalam survival ataupun berkemah ketika kita berada di hutan. api berguna untuk penerangan, meningkatkan semangat psikologis, memasak makanan dan minuman, menghangatkan tubuh, mengusir hewan buas membuat tanda/kode, dan merokok. Sumber api berasal dari korek api, lup/teropong, menggosokgosokkan kayu dnegan kayu, membenturkan logam dengan logam atau batu. Ada hal lain yang menentukan lamanya kita berada pada kondisi survival, yaitu keputusan apakah kita akan menetap (survival statis) atau bergerak keluar mencari bantuan (survival dinamis). Selain berfungsi untuk menghangatkan tubuh api juga dapat meningkatkan semangat pisikologis.fungsi lainya dari api adalah sebagai penerangan, memasak makanan/minuman, membut tandatanda atau kode keberadaan survivor.
Berikut beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam membuat api unggun:
- Pemilihan lokasi untuk membuat api unggun.
- Alat dan bahan yang tersedia di sekitar tempat kita berkemah.
- Waktu yang diperlukan. Arah angin, agar api unggun aman dan bertahan lama. Untuk pemilihan tempat, hal-hal dibawah ini akan membantu anda membuat api unggun
- Terlindung dari angin. Tempatnya kering
- Tersedia banyak bahan bakar yang mudah dikumpulkan.
- Pilihlah tempat yang terlindung. Kecuali untuk keperluan signal atau tanda bahaya, jangan menyalakan api dibawah pohon.
- Bersihkan dedaunan, rantingranting, jamur dan rumput kering dalam radius 2 m melingkar sampai mendapatkan permukaan tanah kosong agar api unggun tidak menjalar dan membakar hutan.
- ika tanah lembab atau basah, buatlah alas dari batang kayu dan lapisi dengan tanah, atau alasi dengan batu
Untuk membuat api, kita harus memahami bahwa api akan terjadi karena oleh tiga hal, yaitu: udara, panas dan bahan bakar.
D. Shelter
Shelter adalah tempat perlindungan sementara yang dapat memberikan kenyamanan dan melindungi dari keadaan panas, dingin, hujan dan angin. Shelter dapat menggunakan alam yang ada seperti gua, lubang pohon dan celah di batu besar. Selain itu dapat dibuat dari tenda, plastik dan ponco atau menggunakan bahan dari alam seperti daun-dauanan atau ranting.
Tips dalam memilih tempat membuat BIVAK (peristirahatan):
- Gua : Gua dapat di manfaatkan sebagai tempat istirahat. Pastikan bahwa gua tersebut bukanlah tempat peristirahatan Fauna (binatang)
- Hindarari membut bivak ditepi sungai/terlalu dekat dengan sungai. (apbila pada pohon –pohon di sekitar sungai pernah tergenang oleh air hindari membuat buvak di situ)
- apabila membuat bivak di daerah perbukitan, buatlah bivak dengan memotong kontur
- Pastikan di sekitar ada sumber air
- Diatas bivak tidak terdapat pohon yang mati/rapuh.
- hindari pembuatan bivak dijalan binatang
- dalam membuat bivak hindari terlalu banyak merusak tumbuhan yang terdapat di sekitar. Contoh bifak alami
PENUTUP
Survival adalah berusaha mempertahankan hidup di alam bebas dari hambatan alam sebelum mendapatkan pertolongan. Survival terjadi karena adanya kondisi darurat yang sulit diprediksi/diperkirakan seperti disebabkan oleh alam, kecelakaan, gangguan satwa atau kondisi lainnya. Persiapan dan perencanaan kegiatan adalah salah satu langkah untuk mengantasipasi kondisi darurat yang mungkin terjadi di lapangan. Hal ini termasuk peralatan/perlengkapan dan pengetahuan dasar mengenai survival. Namun hal yang paling menentukan adalah faktor diri sendiri.
Terimakasih dan semoga bermanfaat
Riko Prasetyo
(NA.KPS.14.084-PB)
MAPALA KOMPASS, SINTANG
Subscribe to:
Comments (Atom)